News Update
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Semut dan Undur Undur

Penulis : Unknown on 2015/09/02 | 9:58 PM

2015/09/02



Alkisah suatu hari, di sebuah padang gersang, tampaklah beberapa binatang sedang melaksanakan kegiatan sehari-harinya. Meskipun matahari bersinar cukup terik, mereka tetap bekerja dengan giatnya. Tidak terkecuali serombongan semut yang sedang bergotong royong mengumpulkan makanan, dan seperti dikisahkan dalam cerita- cerita lain yang lebih tersohor, semut digambarkan sebagai sosok yang kuat, kompak, budiman, santun, dan segala-galanya tentang sifat-sifat baik. Adalah seekor semut yang ditugaskan mencari makanan untuk kelompoknya. Hanya sendirian, seekor semut tersebut berkeluaran, memanfaatkan antenanya untuk mencoba menemukan sesuatu yang bisa dikelompokkan sebagai makanan.

Di tempat itu pula, terdapat hewan undur- undur yang sedang berjemur menikmati cerahnya hari ini. Meskipun undur-undur adalah pemangsa semut, namun untuk hari ini, undur-undur lebih senang bermalas-malasan. Dan ketika seekor semut tersebut melintas di sekitar undur-undur, maka terjadilah percakapan antara semut dan undur-undur: “hai semut, kenapa kau tidak takut akan diriku? Bukankah aku pemangsamu? Tanya undur- undur membuka pembicaraan. Lalu semut menjawab dengan lantang “halah, kamu ini, kenapa aku harus takut sama kamu? Jumlah kami kan banyak, sedangkan kalian hanya menjebak kami melalui rumah-rumah kalian yang licin itu.. ketika kalian sedang berjemur di luar rumah begini, apalah artinya kalian buat kami?” Lalu undur-undur pun tersenyum, lalu menjawab “ya, setidaknya kami tidak rakus seperti kalian, kami hanya makan seperlunya, sesuai kebutuhan kami, bukannya menumpuk makanan, kasihan kan hewan lain jadi gak kebagian” Semut lalu berkata lagi “ha ha.. udah jelek masih bisa ngelak aja kamu.. lihat tubuh kalian, jelek sekali seperti tanah, kalian tidak bisa dibedakan dengan tanah di sekitar kalian, belum lagi cara jalan kalian, di mana-mana, yang namanya hewan itu jalannya maju.. lha khusus kamu kok jalannya mundur.. dasar hewan yang aneh..” Undur-undur lalu menjawab lagi.. “kami bersyukur kok memiliki badan seperti ini. Jika kau bilang bahwa tanah itu jelek, trus kalian itu berpijak pada apa? Terbang? Ha ha ha.. 

Tuhan menciptakan makhluknya dengan berbagai kondisi, apapun yang diberikan Tuhan kepada kita, patut kita syukuri” Dan dengan congkaknya semut pun membalas pembicaraan dengan mengunggulkan keuanggulan –keuanggulan semut, seperti yang diceritakan manusia, anehnya si undur-undur selalu bisa menjawabnya dengan bijaksana. Dan di tengah pembicaraan yang sengit tersebut, tiba-tiba sekonyong-konyong muncullah seekor burung pemakan serangga. Dengan matanya yang awas, ketika melintas di atas semut dan undur-undur yang sedang berdebat, burung tersebut tiba-tiba menukik. Target serangga di bawah sudah terkunci dalam mata dan benak si bburung.. yah, semutlah target itu, dan dengan mudah dimangsalah semut tersebut. 

Ternyata burung tersebut belumlah kenyang hanya makan seekor semut, dengan sedikit manufer dan tukikan tajam, si burung mengincar si undur-undur untuk dijadikan mangsa. Tukikan tajam kea rah burung sebagai serangan pertama tidaklah terelakkan.. dengan kecepatan tinggi, paruh burung tersebut memburu satu titik yaitu undur-undur. Lalu memperhitungkan, dan melakukan antisipasi, jika si undur-undur akan melarikan diri.. dan ketika paruh burung tersebut hampir mengenai si undur-undur, di luar dugaan, tidak seperti si semut yang menghidar ke arah depan, siundur-undur melakukan gerakan melarikan diri dengan bergerak ke arah belakang. Terkejutlah si burung atas gerakan tadi, sehingga tidak sanggup melakukan antisipasi di luar rencana. Lalu loloslah si undur-undur dan bersembunyi dalam rumah kecilnya. Si undur-undur selamat berkat kekurangannya seperti yang diutarakan alm. Semut.

  Google Follower

komentar | | Read More...

Jangan Menjadi Gelas



Seorang guru mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya belakangan ini selalu tampak murung. Kenapa kau selalu murung, nak?Bukankah banyak hal yang indah di dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? ? sang Guru bertanya. Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, jawab sang murid muda. Sang Guru terkekeh. ?Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam. Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu. Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana yang diminta. Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu, kata Sang Guru. ?Setelah itu coba kau minum airnya sedikit. Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air asin. Bagaimana rasanya?? tanya Sang Guru. Asin, dan perutku jadi mual, jawab si murid dengan wajah yang masih meringis. Sang Guru terkekeh-kekeh melihat wajah muridnya yang meringis keasinan. Sekarang kau ikut aku.Sang Guru membawa muridnya ke danau di dekat tempat mereka. Ambil garam yang tersisa, dan tebarkan ke danau.? Si murid menebarkan segenggam garam yang tersisa ke danau, tanpa bicara. Rasa asin di mulutnya belum hilang. Ia ingin meludahkan rasa asin dari mulutnya, tapi tak dilakukannya. Rasanya tak sopan meludah di hadapan mursyid, begitu pikirnya. Sekarang, coba kau minum air danau itu,kata Sang Guru sambil mencari batu yang cukup datar untuk didudukinya, tepat di pinggir danau. Si murid menangkupkan kedua tangannya, mengambil air danau, dan membawanya ke mulutnya lalu meneguknya. Ketika air danau yang dingin dan segar mengalir di tenggorokannya, Sang Guru bertanya kepadanya, Bagaimana rasanya?? Segar, segar sekali,kata si murid sambil mengelap bibirnya dengan punggung tangannya. Tentu saja, danau ini berasal dari aliran sumber air di atas sana . Dan airnya mengalir menjadi sungai kecil di bawah. Dan sudah pasti, air danau ini juga menghilangkan rasa asin yang tersisa di mulutnya. Terasakah rasa garam yang kau tebarkan tadi??Tidak sama sekali,kata si murid sambil mengambil air dan meminumnya lagi. Sang Guru hanya tersenyum memperhatikannya, membiarkan muridnya itu meminum air danau sampai puas. Nak, kata Sang Guru setelah muridnya selesai minum. Segala masalah dalam hidup itu seperti segenggam garam. Tidak kurang, tidak lebih. Hanya segenggam garam. Banyaknya masalah dan penderitaan yang harus kau alami sepanjang kehidupanmu itu sudah dikadar oleh Tuhan, sesuai untuk dirimu. Jumlahnya tetap, segitu-segitu saja, tidak berkurang dan tidak bertambah. Setiap manusia yang lahir ke dunia ini pun demikian. Tidak ada satu pun manusia, walaupun dia seorang Nabi, yang bebas dari penderitaan dan masalah.? Si murid terdiam, mendengarkan. Tapi Nak, rasa asin dari penderitaan yang dialami itu sangat tergantung dari besarnya hati yang menampungnya. Jadi Nak, supaya tidak merasa menderita, berhentilah jadi gelas. Jadikan hati dalam dadamu itu jadi sebesar danau.... Dan selalulah bisa mempunyai hati yg selalu bisa mengucap syukur untuk segala hal yg terjadi dalam hidup kita.

  Google Follower

komentar | | Read More...

Belajar Dari Katak



Pada suatu hari ada sekumpulan katak kecil sedang berlomba. Tujuannya adalah mencapai puncak tertinggi dari suatu menara yang telah ditetapkan menjadi akhir tujuannya untuk dapat memenangkan perlombaan. Penonton berkumpul bersama mengelilingi menara untuk menyaksikan perlombaan dan memberi semangat kepada para peserta... Perlombaan dimulai... Secara jujur tak satupun penonton benar2 percaya bahwa katak2 kecil akan bisa mencapai puncak menara. Terdengar suara: "Oh, jalannya terlalu sulitttt!! Mereka TIDAK AKAN PERNAH sampai ke puncak." atau: "Tidak ada kesempatan untuk berhasil...Menaranya terlalu tinggi...!! Katak2 kecil mulai berjatuhan. Satu persatu... ... Kecuali mereka yang tetap semangat menaiki menara perlahan- lahan semakin tinggi...dan semakin tinggi.. Penonton terus bersorak "Terlalu sulit!!! Tak seorangpun akan berhasil!" Lebih banyak lagi katak kecil lelah dan menyerah... ...Tapi ada SATU yang melanjutkan hingga semakin tinggi dan tinggi... Dia tak akan menyerah! Akhirnya yang lain telah menyerah untuk menaiki menara. Kecuali satu katak kecil yang telah berusaha keras menjadi satu-satunya yang berhasil mencapai puncak! SEMUA katak kecil yang lain ingin tahu bagaimana katak ini bisa melakukannya? Seorang peserta bertanya bagaimana cara katak yang berhasil menemukan kekuatan untuk mencapai tujuan? Ternyata... Katak yang menjadi pemenang itu TULI!!!! Pesan Moral: Jangan pernah mendengar orang lain yang mempunyai kecenderungan negatif ataupun pesimis, karena mereka mengambil sebagian besar mimpimu dan menjauhkannya darimu. Selalu pikirkan kata2 bertuah yang ada. Karena segala sesuatu yang kau dengar dan kau baca bisa mempengaruhi perilakumu! Karena itu: Tetaplah selalu.... POSITIVE! Dan yang terpenting: Berlakulah TULI jika orang berkata kepadamu bahwa KAMU tidak bisa menggapaicita-citamu! Selalu berpikirlah: 
I can do it !

  Google Follower

komentar | | Read More...

Apa yang Membuatmu Bahagia??

Penulis : Unknown on 2015/09/01 | 5:20 PM

2015/09/01



Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya Adolf Merckle, orang terkaya dari Jerman, tidak akan menabrakkan badannya ke kereta api.

Jika ketenaran bisa membuat orang bahagia, tentunya Michael Jackson, penyanyi terkenal di USA, tidak akan meminum obat tidur hingga overdosis.

Jika kekuasaan bisa membuat orang bahagia, tentunya G. Vargas, presiden Brazil, tidak akan menembak jantungnya sendiri.

Jika kecantikan bisa membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe, artis cantik dari USA, tidak akan meminum alkohol dan obat depresi hingga overdosis.

Jika kesehatan bisa membuat orang bahagia, tentunya Thierry Costa, dokter terkenal dari Perancis, tidak akan bunuh diri, akibat sebuah acara di televisi.

Ternyata, bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, tenarnya, cantiknya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya.

Tapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri.. mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal…

“Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu. dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka.”

“Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti di belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada .”

Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia. Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.

Yang kita butuhkan adalah Hati yang Bersih dan Ikhlas serta Pikiran yang Jernih, maka kita bisa menciptakan rasa “Bahagia” itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun.”
Kebahagiaan itu milik Orang-orang yang dapat Bersyukur.

  Google Follower

komentar | | Read More...

Belajar Cinta Dari Cicak

Penulis : Unknown on 2015/08/28 | 4:40 PM

2015/08/28



Ketika sedang merenovasi sebuah rumah, seseorang mencoba merontokan tembok. Rumah di Jepang biasanya memiliki ruang kosong di antara tembok yang terbuat dari kayu. Ketika tembok mulai rontok, dia menemukan seekor cicak terperangkap diantara ruang kosong itu karena kakinya melekat pada sebuah surat.
Dia merasa kasihan sekaligus penasaran. Lalu ketika dia mengecek surat itu, ternyata surat tersebut telah ada disitu 10 tahun lalu ketika rumah itu pertama kali dibangun.
Apa yang terjadi? Bagaimana cicak itu dapat bertahan dengan kondisi terperangkap selama 10 tahun? Dalam keadaan gelap selama 10 tahun, tanpa bergerak sedikit pun, itu adalah sesuatu yang mustahil dan tidak masuk akal.


Orang itu lalu berpikir, bagaimana cicak itu dapat bertahan hidup selama 10 tahun tanpa berpindah dari tempatnya sejak kakinya melekat pada surat itu! Bagaimana dia makan?

Orang itu lalu menghentikan pekerjaannya dan memperhatikan cicak itu. Apa yang dilakukan dan apa yang dimakannya hingga dapat bertahan. Kemudian, tidak tahu dari mana datangnya, seekor cicak lain muncul dengan makanan di mulutnya..aahhh!
Orang itu merasa terharu melihat hal itu. Ternyata ada seekor cicak lain yang selalu memperhatikan cicak yang terperangkap itu selama 10 tahun.
Sungguh ini sebuah cinta, cinta yang indah. Cinta dapat terjadi bahkan pada hewan yang kecil seperti dua ekor cicak itu. apa yang dapat dilakukan oleh cinta? Tentu saja sebuah keajaiban. Bayangkan, cicak itu tidak pernah menyerah dan tidak pernah berhenti memperhatikan pasangannya selama 10 tahun. Bayangkan bagaimana hewan yang kecil itu dapat memiliki karunia yang begitu menganggumkan.

JANGAN PERNAH MENGABAIKAN ORANG YANG ANDA KASIHI!
komentar | | Read More...
 
Copyright © 2015. Presented by : Bukan Blog Biasa Thank you for visiting don't forget follow and Sharing. All Rights Reserved
Redesign Template by @Joel96YNWA Support by creating website Powered by Blogger